Selasa, 09 Oktober 2012

Dilema menjadi penyembuh ayam


Jadi pembunuh itu adalah hal yang tidak aku harapkan. 

Dan saat ini, hal itu sudah mulai melekat dalam diriku..

Tak kurang dari sebulan, belasan nyawa telah aku habisi, Sekali tarik dan selesai sudah semua..

Pembunuh itukah takdirku????

Bukan sembarang pembunuh.. aku belajar untuk menjadi pembunuh ayam.

Sebagai seorang calon dokter hewan tentu dipertanyakan kenapa aku belajar menjadi  “pembunuh ayam”

Dalam kamus besar bahasa Indonesia ayam berarti  unggas yang pada umumnya tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dipelihara, yang jantan berkokok dan kakinya bertaji, sedang yg betina berkotek. Ayam juga merupakan salah satu hewan yang tentu harus dan wajib untuk di obati oleh dokter hewan bila sakit. Lantas sebagai seorang calon dokter hewan, kenapa saya membunuh ayam?

Bila berbicara penyakit pada ayam khususnya penyakit ayam pada populasi yang besar maka salah satu tindakan penunjang diagnosa yang cukup berguna ialah dengan tindakan nekropsi atau yang secara awam disebut bedah bangkai.


Nekropsi atau yang biasa disebut autopsi pada manusia merupakan prosedur bedah yang sangat khusus yang terdiri dari pemeriksaan menyeluruh dari kadaver (bangkai) untuk menentukan penyebab dan cara kematian dan untuk mengevaluasi setiap penyakit atau cedera yang mungkin ada. Tentu pada ayam tindakan nekropsi dilakukan dengan  tujuan mengevaluasi penyakit yang ada pada ayam.

Lantas kenapa ayam harus dimatikan? Kenapa tidak menunggu ayam tersebut mati terlebih dahulu?

Pada populasi yang besar, Bila pemeriksaan dilakukan dengan menunggu  adanya kematian terlebih dahulu seringkali tindakan pengobatan yang dilakukan sudah terlambat dan tidak efektif lagi. Penyakit ayam seringkali bersifat aku dan menyebabkan kematian dengan sangat cepat.  Pada populasi yang besar tentu ini sangat merugikan.

Ayam juga merupakan salah satu jenis hewan yang mengalami proses autolisis (proses pembusukan) yang sangat cepat sehingga seringkali tindakan nekropsi pada ayam yang mati dalam jangka waktu yang lama  tidak dapat memberikan informasi yang cukup untuk menyimpulkan suatu penyakit.

Dari kedua hal tersebut maka cukup penting untuk melakukan tindakan nekropsi pada bangkai ayam yang masih segar agar didapatkan informasi yang cukup untuk evaluasi suatu penyakit. Bila penyakit ini dapat terdeteksi lebih cepat maka kita dapat menyelamatkan populasi ayam yang lebih besar.

Tentu hal ini tidak akan berlaku bila terjadi pada ayam yang dipelihara secara individu. Terima kasih.... Salam Kukuruyukkkkkkkkk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar