Kamis, 24 November 2011

Kasus Displasia Abomasum pada Sapi

Displasia Abomasum (DA) merupakan suatu kondisi dimana terjadi perpindahan abomasum dari lokasi yang sebenarnya.  Umumnya kasus DA banyak terjadi pada sapi perah (Friesian Holstein) yang memiliki produksi susu yang tinggi. Kasus ini biasanya terjadi pada akhir masa kebuntingan berkisar 2 minggu sebelum kelahiran (2 minggu prepartus ) dan pada awal masa laktasi yaitu sekitar 8 minggu setelah kelahiran (8 minggu post partus). Selain sapi, kasus DA juga dapat terjadi pada jenis ruminansia lainya, walaupun kasus pada rumininasia lainnya jarang terjadi.

Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kasus DA ialah adanya diet yang tidak seimbang, seperti pemberian konsentrat lebih banyak dibandingkan dengan rumput (fiber). Kasus DA  cenderung meningkat pada saat musim kemarau, hal ini terjadi karena keterbatasan hijauan sehingga para peternak lebih banyak memberikan konsentrat. Pemberian Konsentrat yang berlebihan pada sapi perah juga dilakukan petani untuk meningkatkan produksi susu sapi. Kasus DA biasanya juga disertai atau disebabkan oleh beberapa penyakit seperti Hypocalcemia, Ketosis, Mastitis, dan Metritis.

Gejala Klinis dari Penyakit ini ialah  bentukan kembung asimetris bagian samping bawah bila kita melakukan inspeksi dari belakang.  Selain itu, pada beberapa kasus akan terjadi penurunan jumlah feses serta kondisi diare. Pada palpasi dari fossa paralumbar kiri, rumen tidak teraba, tetapi akan terasa abomasum yang membesar. Pada saat proses perkusi dan auskultasi (tangan dan stetoskop) dilakukan, maka akan terdengar bunyi pink (ketukan uang logam kegelas).

Ada beberapa kondisi variasi pada DA, hal ini ditentukan dari arah abomasum berpindah. Perpindahan abomasum bisa terjadi kebagian abdomen sebelah kiri, dapat juga berpindah ke sebelah kanan dan/atau disertai dengan perputaran. Letak abomasum secara normal adalah di bagian ventral rongga perut sebelah kanan, diantara Os Lumbal I sampai dengan Os Lumbal III.  Displasia abomasum dapat dibagi menjadi
  1.  Left displacement of the abomasum (LDA, Twisted Stomach)
  2. Right displacement of the abomasum (RDA)
  3. Right abomasal volvulus (right torsion of the abomasum, abomasal torsion)
Kasus DA merupakan kasus yang harus segera diangani. Bila sudah kronis maka akan bersifat fatal dan sulit untuk diobati. 

Penanganan Kasus DA dapat dilakukan dengan bebebrapa cara yaitu dengan terapi tanpa operasi dan terapi dengan operasi. Pada kasus ringan dengan tingkat DA baru berkisar 20-30% maka dapat dilakukan penggulingan Hewan (Rolling Technique). Selain itu metode lain yang dapat dilakukan untuk mengobati DA ialah dengan pembeian ion kalsium (Ca). 



Pada kasus yang memiliki tingkat keparahan yang tinggi maka biasa dilakukan tindakan operasi. Ada beberapa metode operasi yang dapat dilakukan dalam mengobati DA antara lain Right paramedian abomasopexy, right flank omentopexy, dan left flank abomasopexy. Tehnik-tehnik operasi tersebut dilakukan untuk fiksasi abomasum ke dinding bagian dalam abdomen. Untuk operasi LDA biasanya dilakukan dengan berdiri, sedangkan operasi RDA dengan berbaring.

Sumber : 
Ogilvie TH. 1998. Large Animal Internal Medicine First edition. USA: Williams & Willkins.
[Coretan si Budax]. 2009. Displasia Abomasum pada Sapi perah. [terhubung berkala]. http://budaxperah.wordpress.com/2009/04/02/ displasia-abomasum/. Diakses 24 November 2011.

1 komentar:

  1. salam kenal mas..., yuk ikutan dukung persamaan hak bagi penyandang disabilitas di Indonesia, dan bagaimana pandangan meeevet terhadap penyandang disabilitas?

    Ditunggu kunjungan baliknya disini ya....Disabilitas Dan Pandangan Masyarakat :) | ngarep | malu

    BalasHapus